Kamis, 21 Maret 2019

PEMUDA HARAPAN

      Indonesia memiliki lebih dari 250 juta penduduk. Bagian dari penduduk ini salahsatunya adalah para pemuda yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Saat ini banyak permasalahan yang menimpa pemuda Indonesia. permasalahan tersebut salahsatunya adalah menurunnya jiwa nasionalisme, patriotisme, dan idealisme di kalangan generasi muda. Apa yang dimaksud nasionalisme, patriotisme, dan idealisme? Nasionalisme dalam arti luas merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Patriotisme adalah sikap kepahlawanan yang dimiliki oleh masyarakat untuk membela bangsa dan negaranya yang dilandasi oleh jiwa nasionalisme. Dan idealisme adalah berfikir dengan ide-ide yang cemerlang dan realistis guna memajukan bangsa dan negaranya.
Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Sebagai generasi muda haruslah mempunyai jiwa nasionalisme, patriotosme, dan idealisme yang kuat guna menjadikan bangsa ini bangsa yang maju dan bermartabat di kancah dunia. Dengan mempunyai jiwa tersebut, maka akan menjadi pemimpin yang mempunyai karakter baik dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Generasi muda ini harus mempersiapkan diri sebelum tiba saatnya menjadi penerus bangsa di masa mendatang dengan ilmu, pengalaman, serta karakter baik. Ilmu didapatkan dari mana kita belajar, baik formal maupun non formal. Dengan mencintai tempat kita dalam menuntut ilmu maka ilmu itu akan dengan mudah kita fahami. Termasuk mencintai almamater atau sekolah dimana kita belajar serta mencintai bangsa dan negara kita. “Pengalaman adalah guru yang paling berharga” ungkapan tersebut memang benar. Apa yang telah dilakukan pada masa lalu dapat dijadikan pelajaran dalam kita melangkah kedepannya, sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi ilmu yang bermanfaat. Karakter yang dimiliki oleh setiap orang terbentuk dari keluarga serta lingkungan dimana orang tersebut tinggal. Kita sebagai pemuda yang sedang menuntut ilmu untuk membangun negara kelak, harus mencintai bangsa dan negara kita serta almamater. Kita sebagai pelajar yang berstatus mahasiswa mempunyai peran yang penting bagi bangsa dan negara ini. Kita turut serta membangun dan memajukan negeri ini dengan segala kemampuan yang kita miliki adalah harapan bangsa dan negara ini dengan berpegang teguh pada semangat juang  Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri dharma perguruan tinggi diambil dari bahasa sansekerta. “Tri” yang artinya tiga dan “Dharma” yang artinya kewajiban. Jika dijabarkan secara istilah tri dharma perguruan tinggi adalah suatu asas yang dipegang oleh setiap perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia. Setiap mahasiswa wajib dan bertanggung jawab dalam mewujudkan tri dharma tersebut. Tidak hanya mahasiswa saja, tetapi dosen-dosen yang mengajar pun wajib menjalankannya. Bentuk dari tri dharma tersebut adalah Yang pertama adalah pendidikan dan pengajaran. Setiap mahasiswa pastilah mendapatkan pendidikan dan pengajaran dikampusnya dengan cara masing-masing. Pendidikan dan pengajaran pengajaran tersebut akan menjadi ilmu yang sangat berharga untuk turun ke masyarakat kelak. Yang kedua adalah penelitian dan pengembangan. Ilmu yang kita miliki untuk turun ke masyarakat juga perlu penelitian dan pengembangan dikarenakan pola pikir masyarakat yang berbeda-beda. Maka diperlukan penelitian dan pengembangan. Yang ketiga adalah pengabdian pada masyarakat.Mengabdi kepada masyarakat berarti kita juga mengabdi pada bangsa dan negara kita, karena masyarakat adalah salah satu kompenen penting dalam terbentuknya sebuah negara.

Kita sebagai generasi muda Indonesia, calon pemimpin masa depan Indonesia bersama-sama mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat. Membangun Indonesia bersama dan menjadikan Indonesia Sebagai negara maju dan bermartabat di dunia.
MENGHILANG, BUKAN SOLUSI


Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.  Setiap individu mempunyai  sumber daya tersebut berupa akal pikiran yang dapat digunakan untuk merencanakan segala sesuatu yang akan dilakukannya. Setiap individu hendaknya mempunyai manajemen diri yang baik. Hal yang mendasari dalam membuat manajemen diri yang baik adalah mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dengan demikian, maka kita akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Manajemen diri berpengaruh dalam kehidupan kita di organisasi baik di kampus atau di masyarakat.  Jika dalam pelaksanaan manajemen diri kurang efektif maka akan berdampak pada organisasi yang diikuti. Salah satu kasus yang bias dijadikan contoh adalah seorang pemimpin dalam suatu organisasi (baik itu ketua ketua organisasi, ketua bidang, ketua departemen, dan yang lainnya yang berperan untuk  mengkoordinir semua staff ) menghilang tanpa kabar. Penyebab pemimpin tersebut menghilang ada beberapa kemungkinan. Pertama pemimpin tersebut ada beberapa tanggungan yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan dengan agenda dalam organisasi tersebut, karena pemimpin tersebut belum bisa memprioritaskan akhirnya dia menghilang tanpa kabar dari salah satu organisasi yang diikutinya. Kemungkinan kedua adalah penyebabnya ketidaknyamanan pemimpin tersebut dengan staff-staffnya di organisasi tersebut, dia sudah berusaha maksimal untuk mengkoordinir dengan baik, namun respon dari staffnya kurang baik akhirnya pemimpin tersebut menyerah dan melakukan semua yang seharusnya bias dilakukan bersama dengan cara dibagi dia lakukan sendiri. Dia lelah karena semua itu dan akhirnya menghilang tanpa kabar. Poin yang saya ambil disini adalah menghilang tannpa kabar. Dalam suatu organisasi menghilang tanpa kabar adalah suatu sikap yang sangat tidak bertanggungjawab. Hal tersebut dapat menimbulkan banyak prasangka dari teman-temannya. Prasangka yang muncul dapat baik dapat juga buruk. Menghilang tanpa kabar tidak hanya dilakukan oleh seorang pemimpin, Namun dapat juga dilakukan oleh seorang staff. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa seorang staff melakukannya. Dalam beberapa kasus di organisasi peneyebab-penyebab staff menghilang tanpa kabar karena kurangnya apresiasi dari sesuatu yang telah dilakukannya oleh orang-orang di sekitarnya, terutama oleh pemimpinnya. Oleh karena itu dia merasa tidak dihargai sesuatu yang telah dilakukannya karena tidak adanya hal tersebut. Menurut saya langkah bijak yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang berlatar belakang penyebab yang sama seperti kasus diatas adalah dengan adanya keterbukaan antara pemimpin dan staffnya, konfirmasi bisa tidaknya kita (pemimpin maupun staff) dalam mengikuti sebuah kegiatan dalam organisasi tersebut dibutuhkan agar tidak menimbulkan prasangka yang buruk, sebagai pemimpin dapat mengkoordinir dengan baik staffnya serta mengapresiasi sesuatu yang telah dilakukan oleh staffnya, sebagai staff dapat merespon sesuatu hal yang dilakukan pemimpin dengan baik dan bertanggungjawab.