Kamis, 21 Maret 2019

MENGHILANG, BUKAN SOLUSI


Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.  Setiap individu mempunyai  sumber daya tersebut berupa akal pikiran yang dapat digunakan untuk merencanakan segala sesuatu yang akan dilakukannya. Setiap individu hendaknya mempunyai manajemen diri yang baik. Hal yang mendasari dalam membuat manajemen diri yang baik adalah mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dengan demikian, maka kita akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Manajemen diri berpengaruh dalam kehidupan kita di organisasi baik di kampus atau di masyarakat.  Jika dalam pelaksanaan manajemen diri kurang efektif maka akan berdampak pada organisasi yang diikuti. Salah satu kasus yang bias dijadikan contoh adalah seorang pemimpin dalam suatu organisasi (baik itu ketua ketua organisasi, ketua bidang, ketua departemen, dan yang lainnya yang berperan untuk  mengkoordinir semua staff ) menghilang tanpa kabar. Penyebab pemimpin tersebut menghilang ada beberapa kemungkinan. Pertama pemimpin tersebut ada beberapa tanggungan yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan dengan agenda dalam organisasi tersebut, karena pemimpin tersebut belum bisa memprioritaskan akhirnya dia menghilang tanpa kabar dari salah satu organisasi yang diikutinya. Kemungkinan kedua adalah penyebabnya ketidaknyamanan pemimpin tersebut dengan staff-staffnya di organisasi tersebut, dia sudah berusaha maksimal untuk mengkoordinir dengan baik, namun respon dari staffnya kurang baik akhirnya pemimpin tersebut menyerah dan melakukan semua yang seharusnya bias dilakukan bersama dengan cara dibagi dia lakukan sendiri. Dia lelah karena semua itu dan akhirnya menghilang tanpa kabar. Poin yang saya ambil disini adalah menghilang tannpa kabar. Dalam suatu organisasi menghilang tanpa kabar adalah suatu sikap yang sangat tidak bertanggungjawab. Hal tersebut dapat menimbulkan banyak prasangka dari teman-temannya. Prasangka yang muncul dapat baik dapat juga buruk. Menghilang tanpa kabar tidak hanya dilakukan oleh seorang pemimpin, Namun dapat juga dilakukan oleh seorang staff. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa seorang staff melakukannya. Dalam beberapa kasus di organisasi peneyebab-penyebab staff menghilang tanpa kabar karena kurangnya apresiasi dari sesuatu yang telah dilakukannya oleh orang-orang di sekitarnya, terutama oleh pemimpinnya. Oleh karena itu dia merasa tidak dihargai sesuatu yang telah dilakukannya karena tidak adanya hal tersebut. Menurut saya langkah bijak yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang berlatar belakang penyebab yang sama seperti kasus diatas adalah dengan adanya keterbukaan antara pemimpin dan staffnya, konfirmasi bisa tidaknya kita (pemimpin maupun staff) dalam mengikuti sebuah kegiatan dalam organisasi tersebut dibutuhkan agar tidak menimbulkan prasangka yang buruk, sebagai pemimpin dapat mengkoordinir dengan baik staffnya serta mengapresiasi sesuatu yang telah dilakukan oleh staffnya, sebagai staff dapat merespon sesuatu hal yang dilakukan pemimpin dengan baik dan bertanggungjawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar