MENGHILANG, BUKAN SOLUSI
Berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen adalah penggunaan sumber daya secara
efektif untuk mencapai sasaran. Setiap
individu mempunyai sumber daya tersebut
berupa akal pikiran yang dapat digunakan untuk merencanakan segala sesuatu yang
akan dilakukannya. Setiap individu hendaknya mempunyai manajemen diri yang
baik. Hal yang mendasari dalam membuat manajemen diri yang baik adalah
mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dengan demikian, maka kita
akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Manajemen diri
berpengaruh dalam kehidupan kita di organisasi baik di kampus atau di
masyarakat. Jika dalam pelaksanaan
manajemen diri kurang efektif maka akan berdampak pada organisasi yang diikuti.
Salah satu kasus yang bias dijadikan contoh adalah seorang pemimpin dalam suatu
organisasi (baik itu ketua ketua organisasi, ketua bidang, ketua departemen,
dan yang lainnya yang berperan untuk
mengkoordinir semua staff ) menghilang tanpa kabar. Penyebab pemimpin
tersebut menghilang ada beberapa kemungkinan. Pertama pemimpin tersebut ada
beberapa tanggungan yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan dengan
agenda dalam organisasi tersebut, karena pemimpin tersebut belum bisa
memprioritaskan akhirnya dia menghilang tanpa kabar dari salah satu organisasi
yang diikutinya. Kemungkinan kedua adalah penyebabnya ketidaknyamanan pemimpin
tersebut dengan staff-staffnya di organisasi tersebut, dia sudah berusaha
maksimal untuk mengkoordinir dengan baik, namun respon dari staffnya kurang
baik akhirnya pemimpin tersebut menyerah dan melakukan semua yang seharusnya
bias dilakukan bersama dengan cara dibagi dia lakukan sendiri. Dia lelah karena
semua itu dan akhirnya menghilang tanpa kabar. Poin yang saya ambil disini adalah
menghilang tannpa kabar. Dalam suatu organisasi menghilang tanpa kabar adalah
suatu sikap yang sangat tidak bertanggungjawab. Hal tersebut dapat menimbulkan
banyak prasangka dari teman-temannya. Prasangka yang muncul dapat baik dapat
juga buruk. Menghilang tanpa kabar tidak hanya dilakukan oleh seorang pemimpin,
Namun dapat juga dilakukan oleh seorang staff. Ada beberapa alasan yang
mendasari mengapa seorang staff melakukannya. Dalam beberapa kasus di
organisasi peneyebab-penyebab staff menghilang tanpa kabar karena kurangnya
apresiasi dari sesuatu yang telah dilakukannya oleh orang-orang di sekitarnya,
terutama oleh pemimpinnya. Oleh karena itu dia merasa tidak dihargai sesuatu
yang telah dilakukannya karena tidak adanya hal tersebut. Menurut saya langkah
bijak yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang berlatar belakang
penyebab yang sama seperti kasus diatas adalah dengan adanya keterbukaan antara
pemimpin dan staffnya, konfirmasi bisa tidaknya kita (pemimpin maupun staff)
dalam mengikuti sebuah kegiatan dalam organisasi tersebut dibutuhkan agar tidak
menimbulkan prasangka yang buruk, sebagai pemimpin dapat mengkoordinir dengan
baik staffnya serta mengapresiasi sesuatu yang telah dilakukan oleh staffnya,
sebagai staff dapat merespon sesuatu hal yang dilakukan pemimpin dengan baik
dan bertanggungjawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar